RENCANA
PEMBANGUNAN RUMAH HUNI
TARGET
PELAKSANAAN TAHUN 2016
A.
ALAMAT DAN
LUAS LAHAN
Rencana pembangunan rumah huni ini
saya susun mulai Januari 2015 dengan target realisasi Insyaalloh pada tahun
2016 mengingat pada bulan September tahun 2016 kontrak rumah saya sudah habis
dan saya harus segera mempersiapkan rumah huni sendiri. Pada tanggal 20 Januari
2015 sebidang tanah berukuran lebih kurang 208 m2 telah saya beli
dengan lebar tanah 8 meter dan panjang 26 meter. Tanah tersebut beralamat di
Gang Keluarga Dusun VII Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang
Bedagai. Secara kebetulan di sebelah kanan dan kiri lahan tersebut telah lebih
dahulu berdiri rumah huni milik warga.
Dari segi posisi saya harus
memikirkan bentuk rumah, ukuran, letak sumur bor dan letak saptic tank
mengingat di kanan dan kiri telah ada rumah terlebih dahulu. Ditambah lagi di
areal tersebut tidak tersedia drainase maupun got untuk pembuangan air
kotor/limbah dapur. Saya berfikir untuk membuat lubang kontrol/penampung air comberan
(air kotor) dan lubang saptic tank sendiri dan memperkirakan membuat sumur bor
jauh dari ke dua lubang tersebut maupun saptic tank milik tetangga. Akhirnya
saya berfikir untuk membuat sumur bor di sekitar depan rumah. Dengan
konsekwensi saptic tank dan lubang comberan yang di tutup cor semen berada di
halaman belakang, hal ini mempersulit proses penyedotan tinja kelak ketika
tangki-tangki ini sudah penuh.
B. DENAH AWAL SERTA PERHITUNGAN KEBUTUHAN BATU BATA DAN
KERAMIK
Setelah beberapa kali mengalami
perubahan atau perbaikan akhirnya saya berhasil menyelesaikan denah awal rumah
saya. Meskipun dengan keterbatasan waktu dan latar belakang pengetahuan, dan
itulah salah satu tujuan mengapa saya menuangkan perencanaan ini dalam sebuah
tulisan yaitu agar bisa memperoleh masukan dari siapa saja yang membaca dan
mengetahuinya.
Pertama sekali melihatkan denah ini
kepada orang lain di kantor mereka mengatakan bahwa rumah ini terlalu besar
bisa memakan biaya sampai 200 juta lebih. Saya sebenarnya kaget tapi berkata ya
doakan sajalah pak saya ada rezeki sampe segitu. Pernyataan teman-teman kantor
itu membuat saya lebih bersemangat untuk menyelesaikan tahap demi tahap
perencanaan saya ini sambil tentunya mengumpulkan sedikit demi sedikit modal
untuk merealisasikannya.
Berikut adalah denah awal perencanaan
itu, saya kerjakan dalam aplikasi Paint:

Sebagai catatan bahwa di sebelah kiri
denah itu (sejajar dengan ruang keluarga) berhimpitan dengan tembok rumah
tetangga sepanjang lebih kuran 20 meter, sedangkan di sebelah kanan ada
bangunan rumah lebih kurang sepanjag 15 meter dengan jarak tanah kosong
diperkirakan kurang lebih 2 meter.
Berdasarkan denah tersebut di atas
dan dengan asumsi bahwa tinggi tembok keliling adalah 4 meter ditambah bagian atas
tembok kanan-kiri yang membentuk segitiga lebih tinggi kurang lebih 2 meter,
saya telah mencoba menghitung kebutuhan akan batu bata tentunya dengan cara
saya sendiri juga sebagai berikut:
·
Tembok sisi kiri 17,5 meter kali 4 meter = 70 meter
·
Tembok belakang 6 meter kali 4 meter = 24 meter
·
Tembok sisi kanan 14 meter kali 4 meter = 56 meter
·
Garasi 3 x 2 meter + 4 x 4 meter + 3 x 4 meter = 34 meter
·
Ruang solat (2+2+2) x 4 meter = 24 meter
·
Ruang Tamu (2 x 4) x 4 meter = 32 meter
·
Kamar Anak (depan) (4 + 2,5) x 4 meter = 24 meter
·
Kamar mandi depan 1 x 4 meter = 4 meter
·
Kamar anak (tengah) (4 + 2,5) x 4 meter = 24 meter
·
Kamar utama 13,5 x 4 meter = 54 meter
·
Kamar mandi belakang (2 + 1,5) x 4 meter = 14 meter
·
Dapur tinggal sekat 2,5 x 4 meter = 10 meter
·
Tinggi segi tiga tengah adalah 2 x ½ x 17,5 x 2 meter = 35
meter
·
Tangki air kotor (4 x 2) x 1,5 meter = 12 meter
·
Saptic tank {(2 x 1,5) + (2 x 2)} x 2 meter = 14 meter
·
Total = 431
meter2
Maka total
luas permukaan tembok kurang lebih adalah 431 meter2 , nah dalam
perhitungan saya secara manual dan mate-matika dasar (dasar goblok) hehe, dalam
satu meter persegi sebuah tembok diperlukan batu bata lebih kurag sebanyak 64
buah jadi rumah saya ini kurang lebih membutuhkan batu bata sebanyak 431 x 64 =
27.584 buah saya genapkan saja menjadi 27.500, loh kog penggenapannya makin
dikit bukan makin banyak, iya karena pas ngitung tadi belum dikurangi lubang
pintu, kalo sempat ketutup semua kan repot. Heheh..
Mengenai
harga batu bata itu tergantung pasaran nah ketika tulisan ini dibuat harganya
itu sekitar 450 per biji, biji apa buah sih gak konsisten gini, ah yang jelas
batu bata gak berbuah apalagi berbiji bisa gawat nanti. Xixixi..
Jadi perkiraan
kebutuhan biaya untuk batu bata lebih kurang adalah 27.500 x Rp.450,- sama
dengan Rp.12.750.000,-
Sekarang
lanjut ngitung kebutuhan keramik, besoklah ngenet dulu, dah malam mau nonton
film dulu.
Nah tiba
waktunya menghitung kebutuhan keramik, pada denah awal di atas langsung saja dapat
kita hitung luas permukaan lantai rumah secara keseluruhan yaitu panjang kali
lebar, tentunya dipotong kamar mandi karena nantinya untuk kamar mandi akan
dibuat keramik yang berbeda.
Panjang bangunan
dari mulai garasi sampai dapur adalah 17,5 meter dan lebarnya adalah 7 meter,
di sini tersisa bagian teras sekitar 2 x 4 meter kurang lebih seukuran dengan
lantai kedua kamar mandi. Jadi keberuntungan kita tidak perlu mengguranggi
perhitungan lagi. Didapatlah luas lantai rumah lebih kurang 17,5 x 7 meter
yaitu 122,5 tapi jangan lupa kita tambahkan cadangan 5% yaitu sebanyak 6 meter.
Nah karena biasanya di pasaran kemasan satu kardus sama dengan satu meter2
maka keramik yang dibutuhkan adalah 123 kardus (kita genapkan) ditambah 6
kardus lagi jadi total 129 kardus, jangan pelit-pelitlah kita genapin aja jadi
130 kardus. Heheh
Sekarang kita
cek harga.....!
Setelah ngintip
harga keramik terbaru tahun 2015 di ling http://hargabahanbangunan.co/daftar-harga-keramik-terbaru.html
ternyata harga termurah adalah Rp.39.500,- dan yang tertinggi adalah
Rp.323.000,- jadi biar gak pusing pusing kita ambil yang pertengahan aja yah,
nanti kalo budgetnya gak tahan yah kita turunin lagi.
Kita ambil
saja harga Rp.180.000,- jadi total kebutuhan dana untuk keramik diperkirakan
130 x Rp.180.000,- sama dengan Rp.23.400.000,-
waw lumayan...
C. PERHITUNGAN KEBUTUHAN BATU KORAL DAN SEMEN
Dengan melihat denah yang sama saya coba menghitung “ala saya”
untuk kebutuhan batu koral yang akan dipasang sebagai pondasi, mengapa saya
pilih batu koral kenapa bukan batu sungai.? Itu karena lahan ini berada 200
meter dengan perlintasan Kereta Api, DPR lah (Daerah Pinggiran Rel)...
Berikut rincian pondasinya
·
Sisi kiri sepanjang 17,5 meter
·
Sisi belakang 7 meter
·
Sisi kanan 19,5 meter
·
Sisi tengah 19,5 meter
·
Garasi 6 meter
·
Ruang solat 6 meter
·
Teras dan ruang tamu 8 meter
·
Kamar anak depan 8 meter
·
Kamar anak tengah + kamar mandi 5,5 meter
·
Kamar utama 10 meter
·
Kamar mandi belakang 3,5 meter
·
Dapur 2,5 meter
Total pondasi
adalah 113 meter
Dengan asumsi kedalaman pondasi adalah 70 cm dan lebar
pondasi adalah 30 cm maka dapat dihitung volume seluruh pondasi yaitu 0,7 meter
x 0,3 meter x 113 meter hasilnya adalah 23,73 m3 kita bulatkan saja
menjadi 24 m3. Nah apakah sudah selesai.? Tentu belum karena struktur
pondasi terdiri dari batu dan pasir tambah semen jadi saya perkirakan
perbandingannya adalah 70 : 30, jadi dari 24 m3 kita kali 70%
hasilnya adalah 16,8 m3 kita genapkan menjadi 17 m3.
Sekarang kita cek harga ....!

mantab plan nya pak.
BalasHapus