UNTUK PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
POSYANDU HOLISTIK INTEGRATIF
A. Latar
Belakang
Deretan program pengentasan kemiskinan telah banyak diluncurkan oleh
pemerintah, kesemua program tersebut memiliki satu tujuan utama yaitu berupaya
untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dalam suatu rangkaian program
pemberdayaan. Bila dicermati, terdapat beberapa kelemahan mendasar dari
berbagai program pengentasan kemiskinan selama ini. Pertama, tidak
optimalnya mekanisme pemberdayaan warga miskin. Hal ini terjadi karena program
lebih bersifat dan berorientasi pada ‘belas kasihan’ sehingga dana bantuan
lebih dimaknai sebagai “dana bantuan cuma-cuma” dari pemerintah. Kedua, asumsi
yang dibangun lebih menekankan bahwa warga miskin membutuhkan modal. Konsep ini
dianggap menghilangkan kendala sikap mental dan kultural yang dimiliki oleh
warga miskin. Muaranya adalah rendahnya tingkat perubahan terhadap cara
pandang, sikap, dan perilaku warga miskin dan warga masyarakat lainnya dalam
memahami akar kemiskinan. Ketiga, program pemberdayaan lebih
dimaknai secara parsial, misalnya titik berat kegiatan program hanya
mengintervensi pada satu aspek saja, seperti aspek ekonomi atau aspek fisik,
belum diintegrasikan dalam suatu program pemberdayaan yang terpadu yang
mengutmakan pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, pemberdayaan keluarga,
pemberdayaan ekonomi keluarga, lingkungan. Filosofi pemberdayaan lebih
diarahkan pada proses pembelajaran warga miskin dengan perubahan pengetahuan,
sikap, dan perilaku kelompok miskin secara lebih konstruktif kearah fisik saja.
Program Penanggulangan Kemiskinan harusnya dirancang sebagai suatu program yang
menggunakan pendekatan pembelajaran dan pemberdayaan kepada warga masyarakat
miskin. Dengan demikian, dua aspek ini selalu menjadi orientasi dari keseluruhan
proses kegiatan. Pembelajaran mengandung maksud sebagai media bagi masyarakat
miskin untuk belajar dan berusaha. Sementara
itu, kegiatan dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat sehingga mampu mandiri
dan pada akhirnya program diharapkan akan berkelanjutan. Paling tidak terdapat
tiga aspek penting yang perlu memperoleh perhatian. Pertama, program ini
berupaya menanggulangi kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dalam bentuk
gerakan bersama dalam komunitas. Kedua, program inin memadukan tiga aspek
pemberdayaan, yakni daya fisik, daya ekonomi, dan
daya sosial, ke dalam sebuah konsep yang dinamakan Tridaya. Ketiga, program
pemberdayaan yang ditawarkan dilakukan sebagai proses pembelajaran dan
penguatan kesadaran kritis masyarakat.
Konsep pembangunan atau pengembangan masyarakat lokal (local community
development) muncul sebagai reaksi terhadap pembangunan nasional yang
memiliki bias-bias kekuasaan, yang menempatkan penguasa dengan
kepentingannya pada posisi dominan. Setiap usaha pembangunan dan
pengembangan masyarakat lokal paling tidak mensyaratkan empat hal,
yakni: Pertama, usaha itu mengharuskan pengenalan karakter yang
khas secara saksama sehingga pendekatan yang digunakan dapat sejalan dengan sifat-sifat
masyarakat; Kedua; adanya partisipasi masyarakat karena masyarakat memiliki
preferensi-preferensi dalam berbagai bentuk; Ketiga, adanya pembelaan
terhadap status marginal; Keempat, pemanfaatan sumber daya dan kekuatan
dari dalam Dengan menggunakan cara tersebut di atas, Program ini tidak sekadar
sebagai "proyek" pengentasan kemiskinan, tetapi merupakan program
pembelajaran bagi warga/kelompok miskin untuk menjadi berdaya. Dalam mengatasi masalah kemiskinan tersebut perlu
dilakukan terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengorganisasian
masyarakat yang terstruktur dan komprehensif di tingkat paling bawah. Salah
satu strategi pemberdayaan yang layak dikedepankan adalah melalui Posyandu
Holistik-Integratif. Posyandu Holistik –
Integratif inilah yang dijadikan sebagai
wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu
sekaligus bisa juga menjadi wadah pelayanan pengembangan keluarga secara
berkelanjutan dalam berbagai bidang agar keluarga bisa tumbuh mandiri.
Pemerintah
Kabupaten
Serdang Bedagai pada tahun 2014 akan melaksanakan pilot project pengembangan model Pos Pelayanan Terpadu Holistik – Integratif
sebagai salah satu bentuk pelaksanaan revitalisasi Posyandu. Hakekat
dilaksanakannya Revitalisasi Posyandu adalah sebagai upaya meningkatkan
kemampuan setiap keluarga dalam memaksimalkan potensi
pengembangan kualitas sumber daya manusia sekaligus merupakan
salah satu komponen perwujudan kesejahteraan keluarga.
Untuk melaksanakan revitalisasi
posyandu
perlu dihimpun seluruh kegiatan masyarakat agar berperan serta
secara aktif sesuai dengan kemampuannya, baik sebagai
pelaksana maupun sebagai pembina dilingkungannya masing-masing sehingga
cakupan sasaran kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan posyandu dapat mencapai hasil yang
setinggi-tingginya. Posyandu dengan strata Purnama dan strata Mandiri dapat
dikembangkan menjadi model Posyandu Holistik – Integratif yang diintegrasikan
dengan beberapa kegiatan yang memang sudah ada di desa/kelurahan.
Sejalan
dengan semangat inovasi daerah dalam
gerakan pembangunan swadaya rakyat dan upaya penanggulangan kemiskinan berbasis
pemberdayaan masyarakat, serta untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomoro 19 Tahun 2011 tentang Pengintegrasian
Pelayanan
Sosial
Dasar
Pada
Posyandu,
maka Kabupaten
Serdang
Bedagai
mencoba mengembangkan beberapa posyandu
yang sebelumnya merupakan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM).
Sebagai pilot project tahun 2014 akan
dimulai dilaksanakan pengembangannya
sebanyak
10 (sepuluh) model posyandu Holistik-Integratif yang dipilih dari beberapa posyandu Purnama
dan Mandiri terbaik di 10 (sepuluh) desa dan 10 (sepuluh) kecamatan. Diharapkan pada tahun berikutnya akan terjadi replikasi di beberapa posyandu
dengan strata yang sama sehingga dimasa mendatang ada satu posyandu
Holistik-Integratif di setiap desa/kelurahan.
Pelaksanaan
posyandu Holistik-Integratif dapat
menjadi salah satu strategi dan kebijakan baru dalam upaya menanggulangi
kemiskinan dan permasalahan sosial di desa melalui beberapa gerakan-gerakan
yang bersumber dari masyarakat, seperti
halnya gerakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan dan
pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang selama ini sudah menjadi
kegiatan rutin di Posyandu di tambah dengan beberapa gerakan lainnya yang
diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan
meningkatkan kegairahan masyarakat untuk mengunjungi posyandu. Posyandu yang
selama ini menjadi rutinitas timbang bayi dan imunisasi menjadi berkembang
menjadi tempat yang diminati masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
Posyandu itu juga diharapkan mampu mengerakkan ekonomi keluarga melalui
beberapa kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh beberapa satuan kerja perangkat
daerah (SKPD) sebagai instansi teknis pembina posyandu Holistik-Integratif .
Model posyandu yang dikembangkan ini diharapkan berada
pada satu kawasan setingkat desa dimana
diharapkan nantinya posyandu Holistik–Integratif ini memiliki
gedung sendiri yang permanen dilengkapi dengan peralatan yang memadai untuk
memberikan pelayanan sesuai dengan pola yang dikembangkan. Posyandu
Holistik-Integratif dikembangkan dengan program/kegiatan dan pelayanan utama
sebanyak lima kegiatan dengan pola 5 (lima) meja dan 2 (dua) pos serta dapat dikembangkan lagi dengan penambahan
beberapa pos kegiatan. Petugas yang melaksanakan kegiatan dan pelayanan adalah
petugas kesehatan, tenaga pendidik, tenaga teknis lainnya, pengurus PKK desa
dan kader posyandu yang dilatih sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing.
Pembinaan dan pelatihan tenaga teknis serta kader dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah
terkait sebagai pembina teknis posyandu dengan dikoordinasikan oleh Badan
Pemberdayaan Masyarakat Daerah sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah pembina
organisasi dan kelembagaan posyandu Untuk mengefektifkan kegiatan posyandu,
maka kegiatan posyandu ini harus dilakukan pengawasan mulai dari tingkat desa,
kecamatan dan kabupaten melalaui kegiatan sosialisasi, monitoring, evaluasi dan
pelaporan.
B.
Tujuan
1.
Tujuan
umum
Pengembangan model posyandu Holistik-Integratif secara
umum bertujuan untuk merevitalisasi
keberadaan posyandu yang sudah ada, sehingga posyandu tidak hanya terfokus
kepada kegiatan dan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana saja tetapi
dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi serta potensi yang ada seperti sumber
daya alam dan sumber daya manusia, sehingga dapat juga menopang ekonomi
keluarga dan masyarakat sebagai upaya penanggulangan kemiskinan dan permasalahan
sosial di desa/kelurahan.
2.
Tujuan
khusus
a. Sebagai upaya
peningkatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan lingkungan dan sumberdaya alam
serta potensi yang tersedia di desa, sehingga diharapkan mampu menurunkan angka
kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.
b. Sebagai upaya
meningkatkan kepedulian masyarakat dengan membudayakan kegiatan gotong royong,
peduli terhadap bencana dan peningkatan kualitas lingkungan.
c. Sebagai upaya
meningkatkan kreatifitas masyarakat melalui pengembangan usaha kerajinan lokal,
pelatihan ketenagakerjaan dan pemasaran serta kegiatan penelitian dan
pengembangan ekonomi lokal.
d. Untuk mengintegrasikan beberapa kegiatan dan
pelayanan sosial dasar di masyarakat secara menyeluruh dengan melibatkan secara
terpadu beberapa satuan kerja perangkat daerah terkait, lembaga sosial
masyarakat, dan dunia usaha pada satu
kawasan dan satu manajemen pelayanan.
e. Untuk
mempersiapkan Sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sejak usia dini,
remaja sampai dengan lanjut usia melalui pemberian pelayanan kesehatan,
pemantauan status gizi anak, pendidikan anak usia dini, dan deteksi tumbuh
kembang anak, serta menumbuhkan gerakan gemar membaca.
f. Untuk
mengembangkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera melalui pelayanan dan
penyuluhan kesehatan serta pembinaan
keluarga balita dan kesehatan reproduksi remaja.
C.
Sasaran
Sasaran
dari Posyandu Holistik-Integratif adalah ibu, bayi (usia 0-1 tahun), anak
usia dini (usia 0-6 tahun), remaja (usia 13-15 tahun), keluarga, lansia
(usia.> 50 tahun), dan masyarakat.
Posyandu holistik integratif adalah pengintegrasian
secara holistik dari beberapa kegiatan yang tergabung didalam beberapa bagian
posyandu seperti : posyandu peduli, posyandu hijau, posyandu sehat, posyandu
pintar dan posyandu kreatif
1.
Posyandu Peduli
Posyandu
Peduli adalah bagian dari posyandu holistik integratif yang
melaksanakan kegiatan memasyarakatkan gotong royong, penanggulangan bencana,
penanggulangan kemiskinan, peningkatan lingkungan hidup, dan persampahan
2.
Posyandu Hijau
Posyandu
Hijau adalah bagian dari posyandu holistik integratif yang
melaksanakan kegiatan pembuatan bank sampah, penghijauan, bank bibit, pemenuhan
pangan dan gizi anak, dan penganeka ragaman tanaman konsumsi pangan
3. Posyandu
Sehat
Posyandu Sehat adalah
bagian dari posyandu holistik integratif yang melaksanakan kegiatan pelayanan
kesehatan dasar, keluarga berencana, Deteksi dini tumbuh kembang anak, bahaya
narkoba, serta pengadaan mandi cuci kakus (MCK).
4. Posyandu
Pintar
Posyandu Pintar adalah
bagian dari posyandu holistik integratif yang melaksanakan kegiatan Pos PAUD,
pengembangan budaya dan seni, Bina Keluarga Balita (BKB), dan peningkatan gemar
membaca masyarakat, serta pengembangan sekolah adiwiyata.
5.
Posyandu Kreatif
Posyandu Kreatif adalah bagian dari posyandu holistik
integratif yang melaksanakan kegiatan
pengembangan kerajinan lokal, pelatihan ketenagakerjaan dan pemasaran, serta
study dan penelitian pengembangan ekonomi lokal

