Senin, 02 Februari 2015

bikin rumah sendiri

RENCANA PEMBANGUNAN RUMAH HUNI
TARGET PELAKSANAAN TAHUN 2016

A.    ALAMAT DAN LUAS LAHAN

Rencana pembangunan rumah huni ini saya susun mulai Januari 2015 dengan target realisasi Insyaalloh pada tahun 2016 mengingat pada bulan September tahun 2016 kontrak rumah saya sudah habis dan saya harus segera mempersiapkan rumah huni sendiri. Pada tanggal 20 Januari 2015 sebidang tanah berukuran lebih kurang 208 m2 telah saya beli dengan lebar tanah 8 meter dan panjang 26 meter. Tanah tersebut beralamat di Gang Keluarga Dusun VII Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai. Secara kebetulan di sebelah kanan dan kiri lahan tersebut telah lebih dahulu berdiri rumah huni milik warga.

Dari segi posisi saya harus memikirkan bentuk rumah, ukuran, letak sumur bor dan letak saptic tank mengingat di kanan dan kiri telah ada rumah terlebih dahulu. Ditambah lagi di areal tersebut tidak tersedia drainase maupun got untuk pembuangan air kotor/limbah dapur. Saya berfikir untuk membuat lubang kontrol/penampung air comberan (air kotor) dan lubang saptic tank sendiri dan memperkirakan membuat sumur bor jauh dari ke dua lubang tersebut maupun saptic tank milik tetangga. Akhirnya saya berfikir untuk membuat sumur bor di sekitar depan rumah. Dengan konsekwensi saptic tank dan lubang comberan yang di tutup cor semen berada di halaman belakang, hal ini mempersulit proses penyedotan tinja kelak ketika tangki-tangki ini sudah penuh.    

B.    DENAH AWAL SERTA PERHITUNGAN KEBUTUHAN BATU BATA DAN KERAMIK

Setelah beberapa kali mengalami perubahan atau perbaikan akhirnya saya berhasil menyelesaikan denah awal rumah saya. Meskipun dengan keterbatasan waktu dan latar belakang pengetahuan, dan itulah salah satu tujuan mengapa saya menuangkan perencanaan ini dalam sebuah tulisan yaitu agar bisa memperoleh masukan dari siapa saja yang membaca dan mengetahuinya.

Pertama sekali melihatkan denah ini kepada orang lain di kantor mereka mengatakan bahwa rumah ini terlalu besar bisa memakan biaya sampai 200 juta lebih. Saya sebenarnya kaget tapi berkata ya doakan sajalah pak saya ada rezeki sampe segitu. Pernyataan teman-teman kantor itu membuat saya lebih bersemangat untuk menyelesaikan tahap demi tahap perencanaan saya ini sambil tentunya mengumpulkan sedikit demi sedikit modal untuk merealisasikannya.
Berikut adalah denah awal perencanaan itu, saya kerjakan dalam aplikasi Paint:


DENAH AWAL

Sebagai catatan bahwa di sebelah kiri denah itu (sejajar dengan ruang keluarga) berhimpitan dengan tembok rumah tetangga sepanjang lebih kuran 20 meter, sedangkan di sebelah kanan ada bangunan rumah lebih kurang sepanjag 15 meter dengan jarak tanah kosong diperkirakan kurang lebih 2 meter.
Berdasarkan denah tersebut di atas dan dengan asumsi bahwa tinggi tembok keliling adalah 4 meter ditambah bagian atas tembok kanan-kiri yang membentuk segitiga lebih tinggi kurang lebih 2 meter, saya telah mencoba menghitung kebutuhan akan batu bata tentunya dengan cara saya sendiri juga sebagai berikut:
·        Tembok sisi kiri 17,5 meter kali 4 meter = 70 meter
·        Tembok belakang 6 meter kali 4 meter = 24 meter
·        Tembok sisi kanan 14 meter kali 4 meter = 56 meter
·        Garasi 3 x 2 meter + 4 x 4 meter + 3 x 4 meter = 34 meter
·        Ruang solat (2+2+2) x 4 meter = 24 meter
·        Ruang Tamu (2 x 4) x 4 meter = 32 meter
·        Kamar Anak (depan) (4 + 2,5) x 4 meter = 24 meter
·        Kamar mandi depan 1 x 4 meter = 4 meter
·        Kamar anak (tengah) (4 + 2,5) x 4 meter = 24 meter
·        Kamar utama 13,5 x 4 meter = 54 meter
·        Kamar mandi belakang (2 + 1,5) x 4 meter = 14 meter
·        Dapur tinggal sekat 2,5 x 4 meter = 10 meter
·        Tinggi segi tiga tengah adalah 2 x ½ x 17,5 x 2 meter = 35 meter
·        Tangki air kotor (4 x 2) x 1,5 meter = 12 meter
·        Saptic tank {(2 x 1,5) + (2 x 2)} x 2 meter = 14 meter
·        Total = 431 meter2

Maka total luas permukaan tembok kurang lebih adalah 431 meter2 , nah dalam perhitungan saya secara manual dan mate-matika dasar (dasar goblok) hehe, dalam satu meter persegi sebuah tembok diperlukan batu bata lebih kurag sebanyak 64 buah jadi rumah saya ini kurang lebih membutuhkan batu bata sebanyak 431 x 64 = 27.584 buah saya genapkan saja menjadi 27.500, loh kog penggenapannya makin dikit bukan makin banyak, iya karena pas ngitung tadi belum dikurangi lubang pintu, kalo sempat ketutup semua kan repot. Heheh..

Mengenai harga batu bata itu tergantung pasaran nah ketika tulisan ini dibuat harganya itu sekitar 450 per biji, biji apa buah sih gak konsisten gini, ah yang jelas batu bata gak berbuah apalagi berbiji bisa gawat nanti. Xixixi..
Jadi perkiraan kebutuhan biaya untuk batu bata lebih kurang adalah 27.500 x Rp.450,- sama dengan Rp.12.750.000,-

Sekarang lanjut ngitung kebutuhan keramik, besoklah ngenet dulu, dah malam mau nonton film dulu.
Nah tiba waktunya menghitung kebutuhan keramik, pada denah awal di atas langsung saja dapat kita hitung luas permukaan lantai rumah secara keseluruhan yaitu panjang kali lebar, tentunya dipotong kamar mandi karena nantinya untuk kamar mandi akan dibuat keramik yang berbeda.

Panjang bangunan dari mulai garasi sampai dapur adalah 17,5 meter dan lebarnya adalah 7 meter, di sini tersisa bagian teras sekitar 2 x 4 meter kurang lebih seukuran dengan lantai kedua kamar mandi. Jadi keberuntungan kita tidak perlu mengguranggi perhitungan lagi. Didapatlah luas lantai rumah lebih kurang 17,5 x 7 meter yaitu 122,5 tapi jangan lupa kita tambahkan cadangan 5% yaitu sebanyak 6 meter. Nah karena biasanya di pasaran kemasan satu kardus sama dengan satu meter2 maka keramik yang dibutuhkan adalah 123 kardus (kita genapkan) ditambah 6 kardus lagi jadi total 129 kardus, jangan pelit-pelitlah kita genapin aja jadi 130 kardus. Heheh

Sekarang kita cek harga.....!
Setelah ngintip harga keramik terbaru tahun 2015 di ling http://hargabahanbangunan.co/daftar-harga-keramik-terbaru.html ternyata harga termurah adalah Rp.39.500,- dan yang tertinggi adalah Rp.323.000,- jadi biar gak pusing pusing kita ambil yang pertengahan aja yah, nanti kalo budgetnya gak tahan yah kita turunin lagi.
Kita ambil saja harga Rp.180.000,- jadi total kebutuhan dana untuk keramik diperkirakan 130 x Rp.180.000,- sama dengan Rp.23.400.000,- waw lumayan...

C.     PERHITUNGAN KEBUTUHAN BATU KORAL DAN SEMEN
Dengan melihat denah yang sama saya coba menghitung “ala saya” untuk kebutuhan batu koral yang akan dipasang sebagai pondasi, mengapa saya pilih batu koral kenapa bukan batu sungai.? Itu karena lahan ini berada 200 meter dengan perlintasan Kereta Api, DPR lah (Daerah Pinggiran Rel)...
Berikut rincian pondasinya
·        Sisi kiri sepanjang 17,5 meter
·        Sisi belakang 7 meter
·        Sisi kanan 19,5 meter
·        Sisi tengah 19,5 meter
·        Garasi 6 meter
·        Ruang solat 6 meter
·        Teras dan ruang tamu 8 meter
·        Kamar anak depan 8 meter
·        Kamar anak tengah + kamar mandi 5,5 meter
·        Kamar utama 10 meter
·        Kamar mandi belakang 3,5 meter
·        Dapur 2,5 meter
Total pondasi adalah 113 meter
Dengan asumsi kedalaman pondasi adalah 70 cm dan lebar pondasi adalah 30 cm maka dapat dihitung volume seluruh pondasi yaitu 0,7 meter x 0,3 meter x 113 meter hasilnya adalah 23,73 m3 kita bulatkan saja menjadi 24 m3. Nah apakah sudah selesai.? Tentu belum karena struktur pondasi terdiri dari batu dan pasir tambah semen jadi saya perkirakan perbandingannya adalah 70 : 30, jadi dari 24 m3 kita kali 70% hasilnya adalah 16,8 m3 kita genapkan menjadi 17 m3.


Sekarang kita cek harga ....!

1 komentar: